| MENGKATALIS GURU PEMULA DENGAN PROGRAM INDUKSI |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Monday, 16 November 2009 | |
|
Oleh : Abdul Ghafur, ST Staf Subdit Program Direktorat
Tenaga Kependidikan, PMPTK
Satu lagi terobosan baru di tahun 2009 ini, dunia
pendidikan nasional mendapatkan sebuah program baru untuk meningkatkan mutunya.
Terobosan tersebut adalah program induksi bagi guru pemula pada semua jenjang
dan status. Sistem itu adalah sesuatu yang baru dalam sistem pendidikan
nasional kita dibanding dengan negara lain di kawasan Asia Pasifik. Ditengarai
bahwa ketiadaan sistem induksi ini menjadi salah satu penyebab rendahnya
kualitas guru di Indonesia. Sistem induksi merupakan suatu sistem yang memberi
kesempatan kepada guru pemula untuk dapat memahami tugas pokok dan fungsinya
sebagai guru dengan bimbingan dari seorang mentor. Selama masa induksi ini guru
bersama mentor melakukan diskusi dan perbaikan terhadap rencana-rencana
pembelajaran yang dikembangkan oleh guru pemula. Pada akhir masa induksi ini guru pemula akan
dinilai kinerjanya oleh kepala sekolah dan pengawas untuk menentukan kelayakan
guru pemula tersebut. Hasil penilaian ini akan mempengaruhi karir guru pemula
tersebut. Konsep induksi sebagai sebuah sistem perlu
mendapatkan pemikiran yang luas dari stakeholder
pendidikan agar pada implementasinya dapat berjalan dengan baik. Hadirnya
kebijakan yang menaungi sistem ini diharapkan dapat menjadi pegangan dalam
pelaksanaan induksi. Selain kebijakan perlu pula dukungan modul agar memudahkan
guru pemula, kepala sekolah, pengawas sekolah, guru mentor, dan pihak lainnya memahami
konsep induksi serta penilaiannya secara komprehensif. Direktorat Tenaga Kependidikan merupakan salah
satu satuan kerja pada BERMUTU Project
pada Ditjen PMPTK. Salah satu kegiatan yang diusung adalah pengembangan sistem
induksi dan penilaian kinerja bagi guru pemula. Kegiatan ini merupakan bagian
dari komponen 2.4 yang tercantum dalam Project
Operational Manual (POM) BERMUTU. Berdasarkan tugas itulah kemudian disusun
perencanaan untuk memulai mengembangkan sistem induksi dan penilaian kinerja
guru pemula. Sebagai langkah strategis adalah mendatangkan konsultan
internasional untuk induksi. Hal ini dilakukan karena Indonesia belum memiliki
pengalaman mengenai konsep dan implementasi sistem induksi. Indonesia adalah
negara yang belum memiliki sistem induksi guru di kawasan Asia-Pasifik.
Konsultan ini menyusun naskah akademik yang menjadi dasar bagi pengembangan
sistem induksi ini. Kegiatan pengembangan sistem induksi dan penilaian
kinerja bagi guru pemula ini ditekankan pada dua hal, yaitu penyusunan kebijakan
sistem induksi dan penilaian kinerja guru pemula serta penyusunan manual/modul
induksi dan penilaian kinerja guru pemula. Dengan naskah akademik dan kertas
kerja yang dimiliki selanjutnya perlu diperkaya dengan adanya berbagai masukan,
ide, serta saran untuk mendudukkan konsep induksi ini ke dalam khasanah
ke-Indonesia-an. Karena perlu disadari bahwa apa yang disajikan oleh konsultan
baik dari naskah akademik dan kertas kerja yang dibuat belum seluruhnya
mencerminkan pola pikir, budaya, dan sistem pendidikan di Indonesia. Saat ini, melalui usaha marathon, Direktorat
Tenaga Kependidikan telah melahirkan sebuah rancangan awal kebijakan, petunjuk
teknis, dan panduan kerja penilaian kerja guru pemula. Melalui kebijakan akan
dihasilkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) sehingga akan
memayungi daerah untuk melaksanakan program tersebut. Melalui petunjuk teknis
maka akan diperjelas bagaimana mengejawantahkan permendiknas tersebut. Dan
melalui panduan kerja program induksi ini akan semakin lengkap dan sempurna
dalam pengejawantahannya. Dapat disimpulkan bahwa program ini sebenarnya
ingin menempatkan kembali tanggung jawab guru senior, kepala sekolah, pengawas
sekolah, bahkan kalangan birokrat pendidikan dalam membina guru pemula. Guru
pemula harus segera mendapatkan perlakukan khusus dalam perjalanan
pengabdiannya. Selama ini banyak terjadi dimana guru senior merasa mendapatkan
waktu istirahat dan bebas tanggung jawab mengajar ketika datang guru pemula. Memang, seandainya guru pemula tidak mendapatkan
bimbingan, guru pemula akan tetap menemukan keprofesionalannya. Tapi mungkin
akan menemukan waktu yang panjang sekali. Sangat berbeda jika ia diberikan
bimbingan. Jadi, meminjam istilah ilmu kimia, program ini adalah sebuah
katalisator untuk mempercepat proses pematangan profesi guru pemula sehingga
siap untuk memberikan pengabdian terbaiknya. Oleh karena itu, ada baiknya kita
ucapkan: “Selamat Datang Program Induksi
Guru Pemula”. |
| < Prev | Next > |
|---|



