Review dan Desiminasi Program Kemitraan Kepala Sekolah 2010
Written by agus.prastudi
Sunday, 18 July 2010
Kegiatan Review dan Desiminasi Program Kemitraan 2010, merupakan akhir rangkaian program Kemitraan kepala SD dan SMP. Kegiatan dilaksanakan di Surabaya pada tanggal 11 – 13 Juni 2010 dihadiri oleh 180 pesertadari enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Bengkulu, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Kegiatan dibuka oleh Direktur Tenaga Kependidikan, yang diwakili oleh Kasubdit Penghargaan dan Perlindungan, Drs. Prasetyo Tri Atmojo, MM. Dalam pemaparannya, beliau menyajikan kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional tentang Penguatan Kompetensi Kepala Sekolah dalam meningkatan mutu pendidikan, penguatan kompetensi kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas 13 Tahun 2007 dan rencana revisi Permendiknas No. 162 Tahun 2003.
In
House Training Kepegawaian 2010 : Memperbaharui wawasan kepegawaian Pegawai
Direktorat Tenaga Kependidikan.
Pelanggaran berbagai
peraturan dan ketentuan di bidang kepegawaian oleh para PNS
bukanlah hal baru. Pelanggaran terjadi tidak secara sengaja, tapi lebih karena faktor
ketidakmengertian dan kurangnya sosialisasi peraturan-peraturan baru.
Pengelolaan administrasi kepegawaian yang baik adalah salah
satu faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi. Terutama dalam hal disiplin,
pengembangan pegawai dan jenjang karir pegawai. Namun seringkali pegawai
pegawai dalam suatu organisasi tidak memahami berbagai ketentuan dan
peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pengembangan dan jenjang karir
pegawai. Akibatnya, muncul berbagai persoalan dan hambatan-hambatan
administratif yang dapat menghambat pengembangan diri, karir, atau bahkan
sanksi-sanksi bagi pegawai yang melanggar. Ini tentu hal yang sangat tidak
diinginkan.
Pendidikan di sekolah harus mampu mendorong anak-anak bisa menggunakan
potensi otak mereka yang luar biasa secara maksimal. Pengembangan potensi otak
anak ini harus serentak antara otak kanan dan otak kiri untuk mengembangkan
berbagai kemampuan intelegensia atau multiple intelligence yang dibutuhkan di
masa depan.
”Anak-anak harus didorong untuk menggunakan otaknya. Sebab, dari hasil
penelitian ternyata penggunaan otak manusia untuk mengingat, belajar, dan
kreatif kurang dari satu persen. Guru harus mengupayakan agar bisa memunculkan
99 persen potensi otak anak itu,” kata Tony Buzan, pencipta Mind Map? yang
hadir dalam acara Educator Sharing Network tentang ”Teaching and Learning in a
Brain New World” yang diadakan Sampoerna Foundation Teacher Institute, PT
Planet Edupro Indonesia, dan SIM Professional Development, di Jakarta.
Belum semua orang tua
percaya pada sekolah alam, sehingga
tetap bergeming memilihkan sekolah konvensional bagi putra-putrinya.
Tapi, bagi
sebagian orang tua lain, memilih sekolah alam adalah satu kebutuhan
untuk
mengubah paradigma pendidikan bagi masa depan anak-anaknya. Kenapa?
ToT Nasional CLCC bagi Widyaiswara PPPPTK dan LPMP
Written by Administrator
Friday, 05 March 2010
Institusionalisasi program Creating Learning Communities for Children
(CLCC)yang dikenal sebagai program
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ke lembaga-lembaga di bawah naungan Direktorat
Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), diantaranya
PPPPTK dan LPMP telah dimulai sejak tahun 2006.Hal ini membuahkan komitmen Ditjen PMPTK dalam bentuk alokasi dana di
seluruh PPPPTK dan LPMP pada tahun 2009.Dana tersebut ditujukan untuk menyiapkan PPPPTK dan LPMP agar
meningkatkan kemampuan tenaga fungsional yang dimiliki dalam memberi bantuan
teknis kepada gugus dan sekolah dalam pelaksanaan program MBS/CLCC.